Kesendirian memang membuat seseorang mempunyai lebih banyak waktu untuk merenung. Hal inilah yang saat ini sedang saya alami di pukul 01:27 dinihari. Terlintas kenangan-kenangan indah dengan mantan pacar bertahun-tahun lalu. Tetapi entah mengapa hanya memori usang yang muncul dan berputar-putar di sana. Semakin saya berusaha menggali dan mengingat-ingat kenangan terbaru, 2 tahun lalu, setahun lalu, 10 bulan lalu, ah bayangan kenangan itu justru semakin memudar. Aneh.
Terlalu sibukkah kami di masa-masa akhir hubungan kami sehingga hanya ada sedikit sisa kenangan? Kesibukan memang saya jadikan salah satu alasan ketika memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Yang kemudian diterima olehnya. Namun di saat-saat seperti sekarang, saya dapat lebih jernih berpikir bahwa sebenarnya saya merasa sang mantan terjebak dalam zona nyaman hubungan kami sehingga tidak ada lagi usaha lebih untuk menarik perhatian saya, cenderung acuh dalam hal-hal yang saya lakukan, dan puncaknya ...saya jenuh. Ya, ternyata bukan hanya tanaman, cinta pun perlu dipupuk.
Beberapa waktu belakangan ini saya perhatikan percakapannya dengan seseorang di dunia maya, ternyata ada banyak ungkapan perhatian di sana. Mengingatkan makan, mengingatkan minum obat, menunggui dan menemani hingga larut malam. Ternyata perhatian yang saya kira sudah hilang itu sebenarnya masih ada terdapat pada dirinya. Hanya saja kali ini bukan tertuju untuk saya :)
Awalnya saya tidak dapat menerima kenyataan karena terasa menyakitkan memang. Muncul begitu banyak tanda tanya besar dalam hati saya. 'Kemana sajakah kamu selama ini disaat aku membutuhkan perhatian itu?' 'Waktu itu aku hanya dapat memaklumi keadaanmu, kegiatanmu, ketidakmampuan dan keterbatasanmu, tapi mengapa kali ini ternyata engkau bisa?' Namun seperti halnya saya yang bisa mengalami kejenuhan, mungkin saat itu sebenarnya tanpa disadari dirinya pun merasa jenuh. Oleh sebab itu, saya pun tidak berhak untuk menyalahkan dia.
Saya harap ungkapan perhatian yang saya lihat saat ini sungguh dia dasari dengan perasaan yang tulus. Bukan perhatian sesaat demi mencapai tujuan-tujuan tertentu yang lantas akan dilupakan ketika tujuan tersebut sudah tercapai. Saya harap dia berbahagia. Maafkan ketidakmampuan saya untuk menjadi cinta yang menyempurnakan hidupmu. Thanks for being part of my journey, through that 4 years :)
La revedere~